Istilah-istilah dalam ilmu Meteorologi

Istilah-istilah dalam ilmu Meteorologi. Ilmu meteorologi adalah ilmu yang mempelajari tentang cuaca. Sehingga memiliki istilah-istilah yang berhubungan sekali dengan keadaan dan kondisi cuaca serta segala hal yang berhubungan dengan cuaca. Istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu meteorologi antara lain adalah:

Istilah-istilah dalam ilmu meteorologi

Cuaca adalah keadaan / fenomena fisik dari atmosfer (yang berhubungan dengan Suhu, Tekanan Udara, Angin, Awan, Kelembaban udara, Radiasi, Jarak Pandang/Visibility, dsb) di suatu tempat dan pada waktu tertentu. Contoh : Pengamatan cuaca dilakukan setiap hari.

Iklim adalah aspek dari cuaca di suatu tempat dan pada waktu tertentu dalam jangka panjang. Contoh : Evaluasi dan Prakiraan Hujan Bulanan, Prakiraan Musim Hujan dan Kemarau.

Anomali adalah Penyimpangan nilai kuantitas suatu elemen meteorology dalam suatu wilayah dari nilai rata-rata (normal) untuk periode waktu yang sama.

Badai Tropis (Tropical Cyclone) adalah Pusaran angin pada system tekanan rendah yang mempunyai kecepatan angin lebih dari 34 knots di lautan luas.

Climate Change (Perubahan Iklim) adalah Perubahan signifikan jangka panjang dari pola cuaca rata-rata di suatu wilayah atau secara global dalam periode waktu yang signifikan.

Cold Surge adalah Aliran udra dingin dari daratan Asia yang menjalar memasuki wilayah Indonesia bagian barat, biasa terjadi pada saat di Asia memasuki musim dingin.

Cuaca Ekstrim adalah Keadaan atau fenomena fisis atmosfer di suatu tempat, pada waktu tertentu dan berskala jangka pendek dan bersifat ekstrim. BMKG mengkategorikan cuaca termasuk ekstrim apabila :

  • Suhu udara permukaan ≥ 35° C
  • Kecepatan angin ≥ 25 knots
  • Curah hujan dalam satu hari ≥ 50 mm

Cumulunimbus adalah jenis awan yang terlihat gelap (warna hitam pekat dan bergumpal berbentuk bunga kol).Akibat dari jenis awan ini menimbulkan hujan lebat, angin kencang dan petir/Guntur berdurasi singkat.

Dasarian adalah Rentang waktu 10 hari.

Dipole Mode adalah Fenomena interaksi laut – atmosfer di Samudera Hindia yang dihitung dari perbedaan nilai (selisih) antara anomaly suhu muka laut perairan pantai timur Afrika dengan perairan di sebelah barat Sumatera. Pada saat Dipole Mode Indeks Positif , maka kandungan uap air di sekitar wilayah Sumatera sedikit sehingga curah hujan di wilayah tersebut cenderung berkurang. Jika Dipole Mode Indeks negatif , maka kandungan uap air di sekitar wilayah Sumatera akan banyak sehingga curah hujan di wilayah tersebut akan bertambah.

Divergensi adalah Angin dalam bentuk beraian horizontal, akan terlihat jalas pada lapisan 200 mb.

Downburst adalah Sentakan udara dingin dari awan Cb ke permukaan bumi dari kejadian thunderstorm atau shower. Meliputi area dengan diameter ≤ 4 km dalam durasi waktu singkat kurang dari 5 menit.

Eddy adalah Sirkulasi di atmosfer yang memiliki vortisitas dalam suatu area atau Puasaran angin dengan durasi harian dan biasanya jika suatu daerah terdapat eddy maka cenderung banyak hujan.

El Nino adalah Fenomena global dari system interaksi lautan atmosfer yang ditandai memanasnya suhu muka laut di equator pasifik timur (Nino 3) atau anomali suhu muka laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya). Fenomena ini menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang.

La Nina adalah Kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di wilayah timur Equator di lautan pasifik, ditandai dengan anomaly suhu muka laut negative (lebih dingin dari rata-ratanya) di equator pasifik tengah (Nino 3 4). Fenomena ini menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia meningkat.

Gelombang adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang membentuk kurva / grafik sinusoidal. Gelombang laut disebabkan oleh angin.

Gusty adalah Fluktuasi kecepatan angin yang berubah signifikan secara tiba-tiba dalam durasi singkat biasanya dalam beberapa detik. Berasal dari awan Cb.Puncak angin harus mencapai sekurang-kurangnya 16 knots dan variasi antara puncak dan kecepatan terendah adalah sekurang-kurangnya 10 knots.

Hail (Hujan Es) adalah Bentuk presipitasi yang terdiri dari butiran es yang tidak teratur, berdiameter antara 5 – 150 mm. Hail terbentuk dalam awan badai (awan Cb) ketika butiran air super dingin membeku saat bertumbukan dengan inti kondensasi. Biasanya fenomena ini terjadi pada saat udara disekitarnya panas.

ITCZ adalah Sabuk tekanan rendah, merupakan daerah pertemuan massa udara antar benua dengan cakupan yang luas, biasanya berada antara 10° LU - 10° LS dekat equator. Pada daerah-daerah yang dilintasi ITCZ pada umumnya berpotensi terjadinya pertumbuhan awan-awan hujan lebat.

Konveksi adalah Proses pemanasan vertical yang membawa uap air pada siang hari sehingga dapat membantu pembentukanawan tebal menjulang tinggi, biasanya terjadi hujan tiba-tiba, petir dan angin kencang.

Konvergensi adalah Gerakan angin dalam bentuk arus masuk horizontal ke suatu daerah atau mengumpulnya massa udara di suatu daerah yang membantu untuk pembentukan awan tebal. Konvergensi jg merupakan penurunan kecepatan angin.

Madden Julian Oscillation (MJO) adalah fluktuasi musiman atau gelombang atmosfer yang terjadi di kawasan tropic. MJO berkaitan dengan variable cuaca penting di permukaan maupun lautan pada lapisan atas dan bawah. MJO mempunyai siklus sekitar 30 – 60 harian. MJO dalam pengertian awam bisa didefinisikan dengan istilah penambahan gugusan uap air yang menyuplai dalam pembentukan awan hujan.

Monsoon adalah suatu pola sirkulasi angin yang berhembus secara periodik pada suatu periode (minimal 3 bulan) dan pada periode yang lain polanya akan berlawanan. Di Indonesia dikenal dengan 2 istilah monsoon, yaitu monsoon Asia dan Monsun Australia.

Musim Hujan adalah musim yang ditandai dengan curah hujan yang terjadi dalam satu dasarian sebesar 50 mm atau lebih yang diikuti oleh dasarian berikiutnya atau dalam satu bulan terjadi lebih dari 150 mm.

Musim Kemarau adalah musim yang ditandai dengan curah hujan yang terjadi dalam satu dasarian kurang dari 50 mm dan dalam satu bulan kurang dari 150 mm.

Musim Pancaroba adalah Musim dengan pola hujan lebih sering turun pada siang hari atau malam hari dan dapat terjadi selaama 2 – 5 hari berturut-turut, intensitas hujan ringan sampai sedang, juga disertai dengan angin kencang dan petir, angin bertiup dari arah selatan sampai tenggara. Awal musim Pancaroba ditandai dengan hujan yang terjadi mempunyai pola tidak menentu, terkadang turun pada malam, siang atau pagi hari dan tidak kontinu, intensitas hujan ringan sampai sedang terkadang diiringi dengan petir, angin bertiup dari arah tenggara/timur, frekuensi turunnya hujan tidak terlalu sering dan sinaran matahari masih banyak.

Pasang naik dan Pasang surut merupakan bentuk gerakan air laut yang terjadi karena pengaruh gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi. Pasang Purnama adalah peristiwa terjadinya pasang naik dan pasang surut tertinggi.

Rob adalah banjir yang diakibatkan oleh air laut yang masuk ke darat akibat air pasang berkaitan dengan gaya tarik bumi, bulan dan matahari.

Shower adalah hujan tiba-tiba yang turun dari awan gelap pekat. Biasanya daerah di sekitarnya terlihat cerah dan umumnya waktunya tidak lama hanya dalam hitungan menit.

Skala Beaufort adalah skla yang digunakan dengan memperhatikan kondisi alam sekitarnya seperti melihat gerakan pepohonan.

Squall / Angin ribut adalah Sentakan angin kuat tiba-tiba dengan kecepatan meningkat sekurang-kurangnya 16 knots dan diteruskan sampai 22 knot atau lebih dalam waktu paling tidak 1 menit. Intensitasnya dan durasinya lebih lama daripada gusty.

Tornado adalah kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan Cumulunimbus dengan permukaan tanah.

Turbulensi adalah gerakan udara yang tidak teratur dan seketika yang dihasilkan dari sejumlah eddy kecil yang menjalar di udara. Hal ini disebabkan fluktuasi aliran angin yang acak, konvektif, zona font, variasi temperature dan tekanan.

Wind Shear adalah perubahan rata-rata arah dan kecepatan angin terhadap jarak. Wind shear merupakan fenomena meteorology skala mikro yang terjadi pada jarak yang sangat kecil namun dapat diasosiakan dengan skala sinoptik seperti squall line dan front dingin.

Shear Line adalah sebuah garis atau zona lintasan yang terdapat atau terjadi perubahan mendadak tiba-tiba pada komponen sejajar angin horizontal.

Istilah-istilah dalam bidang meteorolgi diatas, tim Xcel club peroleh dari Stasiun meteorologi klas I Juanda Surabaya

Related Posts with Thumbnails
Comments
0 Comments

No comments:

 
Copyright © 2011. Xcelent Club . All Rights Reserved